blameaphrodite’s

DON’T LOVE ME, I HAD LOST MY PHEROMONE

THE HISTORIAN February 24, 2008

Filed under: Book — blameaphrodite @ 7:34 am

THE HISTORIAN 

Buku bertebal 700-an halaman ini adalah karya Elizabeth Kostova. Dari judulnya, gue gak nyangka kalo buku itu menceritakan Drakula. Ceritanya jelas dikemas berbeda dengan Dracula karya penulis Inggris, Bram Stoker. Karya Bram Stoker itu lebih menonjolkan kehidupan cinta Dracula sementara The Historian lebih ke sejarah kekuasaan dan politik. Inti ceritanya adalah ditemukan fakta bahwa Dracula sebenarnya masih hidup.  Banyak hal yang bisa dipelajari dari buku yang kaya akan selipan bahasa-bahasa asing ini seperti bahasa Rusia, Latin, Rumania, dsb. Selain itu, banyak tempat-tempat terpencil di dunia yang sarat akan unsur sejarah ditampilkan di sini. Bisa dibilang buku ini sejenis dengan Da Vinci Code dan The Expected One. Walaupun begitu, buku ini dikemas secara cerdas sehingga tidak bosan ketka membacanya.  Banyak cerita tak terduga, misalnya bahwa Dracula adalah seorang akademisi yang cerdas, sangat mencintai buku dan memiliki perpustakaan terbaik di seluruh dunia karena memuat buku-buku yang usianya bahkan ada yang mencapai seribu tahun. Sebagian tokoh-tokoh dalam buku ini memiliki kesamaan karakter yaitu haus akan fakta sejarah dan mereka berusaha untuk memenuhi kepuasaan intelektual.  Ceritanya emang agak menyeramkan dan sejujurnya selama beberapa hari setelah baca buku itu masih ke bawa parnonya. Untuk judulnya, mengapa judulnya The Historian? Padahal ceritanya tentang Bela Lugosi a.k.a Vlad Tepes a.k.a Dracula. Yap, seperti yang gue tulis tadi, Dracula itu seorang akademisi cerdas dan dia gak pernah mati. Jadi dia menguasai semua sejarah dari dia kecil hingga saat dia bangkit dan menjadi mayat hidup seperti saat yang dituliskan dalam buku. Ratusan tahun. Sejarah selama ratusan tahun terekam dalam otaknya. Gak ada yang terlewatkan karena dia mengalami semua sejarah itu sendiri.

 

Traveler’s Tale February 3, 2008

Filed under: Book — blameaphrodite @ 2:13 am

Buku ini gue beli tanggal 26 September 2007

 traveler’s tale 

Novel yang bertebal 228 halaman ini ditulis oleh 4 orang penulis yang menceritakan kisah-kisah perjalanan menuju Barcelona yang sesuai dengan sudut pandang mereka  masing-masing, yaitu: Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidajat, dan Ninit Yunita. Mereka  memulai persahabatan mereka dari kecil, tepatnya, bangku sekolah dasar dan pada masa SMA mereka mulai saling jatuh cinta.

Perjalanan mereka diawali dengan datangnya sebuah e-mail dari Francis Lim (Iman Hidajat) kepada 3 sahabatnya yang berisi undangan pernikahannya dengan seorang wanita Katalunya  pada tanggal 1 Oktober 2006 di Monestir del Poble Espanol, Barcelona.

Cerita pertama diawali oleh Farah (Alaya Setya), seorang keturunan Arab. Farah yang ditugaskan untuk bekerja di Hoi An, Vietnam untuk pembangunan sebuah resort selama beberapa bulan, sangat shock menerima e-mail dari Francis karena diam-diam ia memendam cinta kepada Francis dari dulu. Namun ia tak pernah mengungkapkannya. Secara kebetulan, bos Farah menugaskannya pergi ke Budapest. Farah pun menuju Barcelona dengan tujuan untuk menghentikan pernikahan Francis. Cerita selanjutnya adalah cerita dari Yusuf (Adhitya Mulya). Ia bekerja sebagai asisten regional marketing manager pada sebuah perusahaan jasa kirim surat di cabang Cape Town. Ia menyadari bahwa ia mencintai Farah semenjak kelas 1 SMA. Namun, seperti Farah kepada Francis, ia tidak pernah mengungkapkan perasaannya. Abidjan adalah langkah pertamanya menuju Barcelona. 
Retno (Ninit Yunita), bekerja di Kopenhagen. Francis pernah menembaknya 2x namun selalu ditolak oleh Retno karena alasan perbedaan agama. Walaupun begitu sebenarnya Retno pun menyimpan rasa terhadap Francis. Perjalanannya dimulai dari Amsterdam. 

Francis Lim (Iman Hidajat), seorang pianis. Ia akan menikahi seorang wanita Katalunya bernama Inez Alegria de la Pena. Namun, dalam hatinya dia masih mencintai Retno.

Banyak cerita menarik selama perjalanan mereka. Akhirnya mereka ber-4 pun berkumpul di Barcelona dengan kejadian-kejadian tak terduga selanjutya.

Buku ini bener-bener menginspirasi gue.