blameaphrodite’s

DON’T LOVE ME, I HAD LOST MY PHEROMONE

EURO 2008! June 9, 2008

Filed under: shallow topic — blameaphrodite @ 8:37 am

hello world!

mau tau nasib sial gue?

yap..gue gak bisa nonton euro. ooooooh! CRAP!

begini ceritanya..

Gue pun memegang remote control dengan semangat menggebu-gebu. Persetan ulangan ekonomi sama akuntansi. Gue pencet channel 9 yang di TV gue berarti Global TV..Lho? Kok jadi Sms TV?

Okay, gue ganti channel 13, RCTI. Lho? Kok jadi Sms TV juga? Trus gue ganti Channel 11, TPI. HAAAAAH! Kok semuanya jadi Sms TV? AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!

Gue matiin TV. Trus panik (at the disco). Lari-lari. Teriak-teriak. Trus capek. Dan nangis. Nyokap gue sampe heran gue kenapa. Setelah tenang gue nyalain TV lagi. Sms tv udah gak ada digantiin sama Eurosport News. Gue cuma sempet ngeliat cowok-cowok seksi itu lagi pemanasan, trus tiba-tiba di bagian atas ada tulisan:

”Dear Customer, due to broadcast right issue we are unable to relay and broadcast EUFA EURO 2008 matches from Channel Global TV, RCTI, TPI. Our deeply apologize for the inconvenience. Thank you for your attention”

Dan dilanjutkan dengan kata-kata,

“ WATCH EUROSPORT NEWS (CHANNEL 160) AND SUBSCRIBE NOW!”

Gue lemes. Sial ni gara-gara gue pake tv kabel jadi gak bisa nonton! Dan masalahnya gue cuma langganan HBO, StarWorld, Cinemax, TV 5, dan bla-bla-bla. Gue gak langganan EUROSPORT NEWS. Gimana dooooooooooooooooong? Dasar provider sial!

Gak mungkin kan gue malem-malem buta nelpon mas-mas tv kabel, ‘GUE MAU LANGGANAN EUROSPORTNEWS!! DETIK INI JUGA! GAK MAU TAU GIMANA!” yang ada dikira gue psycho lagi..

Akhirnya, gue nyabut kabel TV gue trus gue tuker sama kabel satunya, gue pikir harusnya bisa, soalnya yang satunya kan cuma kabel biasa. Bukan tv kabel. Tapi malah tv gue cuma semut semua. Trus gue pencet-pencet. Gak ngaruh juga. Huaaaaaah!

Akhirnya gue ke rumah tetangga sebelah gue, ”Tante! Caranya gimana ngembaliin TV ke normal tanpa TV kabel?”

” Wah, tante juga gak tau. Tante gak langganan soalnya.”

Gue semakin frustasi.

”Tante, aku kan mau nonton EURO gimana nih?”

”Ya udah nonton di rumah tante aja.”

”Sampe pagi? Ah, gak enak ah, Tan.”

”Beneran? Gak mau?”

”Errr…..” gue bingung, ”er…gimana ya?”

“Oh, ya udah deh kalo gak mau. WHOAAA! Udah main! Ya udah ya!”

BRAK!

Pintu ditutup. Padahal gue belum jawab mau nonton atau gak. Dasar!

Akhirnya gue gak belajar apapun semaleman. Gak nonton apapun. Dan TV gue jadi rusak. Semut semua. Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah!

 

Kalo Gue Diem, Berarti… April 23, 2008

Filed under: shallow topic — blameaphrodite @ 3:32 am

Hell-O World!

Gue mau cerita tentang kebiasaan gue dari waktu gue masih kecil banget. Nyokap gue udah apal banget kalo pas gue lagi di rumah, trus gue gak ada suaranya, trus pas dicari susah, nyokap gue patut curiga gue lagi ‘do something’ yang pasti aneh-aneh. Hahaha..

Misalnya pas gue masih kecil, sekitar umur 4 tahunan. Gue punya satu set mainan masak-masakan dengan kompor dan penggorengannya. Waktu itu menjelang makan siang dan nyokap gue udah mulai nyari-nyari gue. Gue masih asik main dengan alat-alat pembawa petaka itu. trus gak lama kemudian nyokap gue nemuin gue udah dengan api gede banget yang bikin genteng rumah gue yang lama gosong.

Trus baru-baru ini, gue gak betah sama trap paling atas di rambut gue yang udah mulai panjang. Jiper kan gue kalo ntar tiba-tiba pas ketiup angin gue jadi belah tengah atau jadi mirip sama pak ****. (maaf ya pak, abis nyebelin sih waktu lapinsi!). Jadilah gue berinisiatif untuk ngelakuin something dengan rambut gue. Setahun terakhir gue mulai gak puas sama hairdresser gue yang motongnya gak pas dengan keinginan gue. Sejak sekitar awal-awal kelas dua gue mulai coba-coba motong poni gue sendiri, lama-lama gue yakin gue sebenernya punya talenta untuk motong rambut gue. By my own, of course. Motto gue: Emo Cuts His Hair by Himself. Kalo gak percaya check aja di blogthings.

Sebenernya gue bukan pengen sok emo dengan potong rambut gue sendiri, gue juga baru tau baru-baru ini kalo seorang emo kayak gitu, sementara gue udah lakuin itu dari hampir tahun lalu. Okay, berarti gue gak ikut-ikutan. Gue juga baru tau kalo si emo Nindy, juga motong rambutnya sendiri, tapi dia punya alat-alat hairdresser yang lengkap, gue juga gak tau dia beli gituan di mana. Sementara gue yang simple dan kreatif memanfaatkan barang di sekitar gue untuk benerin trap-trap rambut gue.

Minggu lalu, yang merupakan minggu sial gue karena nyokap gue kembali curiga gue melakukan something yang di luar akal sehat manusia seperti biasa. Karena nyokap gue manggil-manggil gue dan gue gak jawab (lagi serius dan konsentari penuh soalnya). Trus gak lama nyokap gue nemuin gue di salah satu kamar mandi dengan keadaan gue sedang memegang shaver di sebuah tangan dan rambut gue di tangan lainnya.

Yah, nyokap gue langsung histeris. Gue tau, bahaya sih emang, kalo kena kulit kepala bisa lecet dan berdarah. Tapi untungnya selama ini belum pernah, paling-paling yang sering jadi korban tu jempol gue. Sering berdarah.

Jujur aja sebenrnya gue lebih suka potongan gue sendiri, tapi nyokap gue gue udah keburu ngamuk. Akhirnya demi menenangkan nyokap gue yang berapi-api gue nurut di bawa ke salon. Bukan ke instant kaizen seperti biasa. Jelas gue bete banget. Keramas aja butuh setengah jam sendiri, gak praktis banget sih. Tapi gue berhasil mengancam hairdressernya unuk gak motong terlalu pendek. Tapi emang dasar gak punya seni, motong asimetris aja dia gak smooth. Ya udahlah, ntar gue nunggu nyokap gue pergi dulu trus gue gunting sendiri lagi biar lebih asimetris. Hahaha.

 

Festival Film Prancis II April 20, 2008

Filed under: shallow topic — blameaphrodite @ 12:30 pm

Hari sabtunya..

Akhirnya gue lagi-lagi gak bisa dzikir dengan baik. Karena tiba-tiba nyokap gue telepon gue dan batere gue langsung drop. Shit! Gue lupa charge hp tadi malem. Gimana nih, kalo hp gue mati dan gue jadi gak bisa hubungin siapapun padahal ntar gue mau nonton sampe malem juga. Akhirnya gue langsung cari pinjeman charger. Seorang sior minjemin gue, jadi gue lega banget. Cukup untuk perkara batere.

Udah menjelang jam 10 dan gue belum beranjak dari sekolah. Masih nyari-nyari temen yang bisa gue ajak nonton Mischou D’auber. Tapi gak ada yang bisa. Gue ajak Wanda, dia panitia skyfest. Gue ajak Shas, dia mau ke dokter. Gue ajak Dha, dia saman. Gue ajak Ina, dia ada briefing ke jepang. Gue ajak Kun, dia malah pergi sama Dhani. Gue ajak Ms. Monica “BUSY” Raphita, dia lagi sibuk dengan Sanurnya. Gue ajak si vocalist pedigree..oops..peditox..oops..pedicab maksud gue, dia malah baru bangun. Gue ajak Natasha, dia udah ada acara. Okay…..gue nonton sama syapa, sayang kan tiketnya mubazir (istilah arab lho). Akhirnya gue sms..ehm..ohok-ohok..e-e-e-ex gue. Aduh susah ngomongnya. Padahal cuma dua huruf tapi serasa 2 novel panjangnya. Haha. Lebay. Ternyata dia juga ada acara sampe sore. Well, akirnya gue nonton sendiri. Dari sekolah, gue langsung ke pim. Males pulang dulu.

Sesampainya di pim..

Gue: ROGET!

Roget: haiiii!

(high 5)

Roget: wah, dia pake baju sesuai dresscode. Ayo foto-foto!

Gue: gue gaya apa?

Roget: gaya XL aja. Huahahahahaha.

Gue: (melintir-melintrin jari gue dan gaya xl. Tapi gak jadi.) Thanks banget ya, tiketnya.

Roget: Lho, lo cuma sendiri?

Gue: ya gitu.

Roget: temen-temen lo? Nyokap lo?

Gue: saman dan yang lainnya banyak acara. Nyokap gue mau nonton yang malem aja.

Roget: wah kasian.

Gue: eh, gue gak usah dibayar mahal-mahal gak papa kok.

Roget: hah? Bayar apaan?

Gue: iya, foto gue yang tadi mau lo jadiin cover edisi bulan mei kan?

Roget: (ngacak-ngacak rambut emo gue versi saosin—gue tau lo tinggi tapi jangan seenaknya dong!) Ntar majalah gue gak laku! Maunya!

Masuk studio..

MC: Selamat siang semuanya! Sebelum mulai filmnya, kita ada sedikit quiz nih…

Pertanyaan pertama, siapa musisi jazz yang diliput pada edisi april?

Mbak-Mbak: ***********!

MC: yah, benar!

(plok..plok)

MC: pertanyaan kedua, apa bonus pada edisi april?

Mbak-mbak lain: ***********************!

MC: yah! Tepat sekali!

(plok..plok..plok)

Gue: (aaaargh! mana gue tau? Gue kan cuma baca go girl dan cosmo girl).

Setelah quiz sial itu, gue nonton Mischou D’auber BENER-BENER sendirian. Gue duduk di tengah-tengah tapi kanan kiri gue kosong. Kata Shas, harusnya nonton sendiri tu lo manfaatin dengan nangis sepuas-puasnya sampe ngeraung-raung (kalo yang ini gue bisa dilempar batu kali sama penonton lainnya-popcorn udah gak jaman) kalo filmnya sedih, atau ketawa sampe kayang kalo filmnya lucu.

Yap, sejujurnya gue paliiiiiiiing menghindari nonton film drama bareng orang lain. Soalnya ntar aib gue ketawan. Haha.. gue kan sensitive banget nonton yang kayak gitu. Bisa-bisa banjir kali sementara ntar temen-temen gue masih nyantai-nyantai aja. Dan mereka bakal bilang, “itu kayaknya belum scene yang sedih deh. Kok lo udah nangis aja sih?” hal ini terbukti ketika gue nonton ayat-ayat cinta bersama temen gue anak G*S, gue udah bercucuran (atap jatuhnya ke pelimbahan juga), sementara temen gue asik ngomentarin, “wah, gue suka tu motif pashminanya. Gue mau cari ah, temenin ya, ****” trus pas dia nengok ke gue, muka gue udah kayak air terjun.

Setelah film yang lumayan menyayat hati mengiris nadi itu, gue nyari literature untuk kartul gue yang tidak kunjung bertema. Sampe akhirnya gue mutusin untuk neliti sejarah harakiri, prosesnya dan pengaruhnya sama kemajuan jepang hingga saat ini. Setelah itu, gue keluar dari gramed dan ketemu sama N***** yang lagi jalan sama calon co-nya. Trus dia gak nyadar gue, sementara gue iseng jalan sebelah dia sambil mepet-mepetin pundak gue. Hahaha! Dia kaget banget dan langsung nabok gue. (wait, gue bingung deh, kenapa semua orang tu pengeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen banget bisa nabok gue. Gak muka, gak anggota tubuh lainnya. Kayaknya aura gue tu aura ‘please tabok gue dong’.)

Gue: haha! Ketawan lo! Ternyata pikiran picik kita sama ya…

(fyi, bagi ‘beberapa-orang-khusus-terutama-yang-TOP*, PIM adalah daerah siaga satu pada sat-nite. Banyak penyamun soalnya..hahaha—nah, berhubung ada skyfest dan minggu depan ada uan—jadilah ‘kami-kami-yang-*bip*’ keluar dari sarang underground kami).

Dia: Eh, lo kan harusnya skyfest!

Gue: Haha..justru gue gak mau nonton skyfest biar bisa ke sini. Strategi yang tepat.

Karena bete, akhirnya gue telepon nyokap gue biar bisa nemenin gue nonton film thriller yang jam 7, Roman de Gare dan yang jam setengah sepuluh, Les Chansons d’Amour. Akhirnya nyokap gue dateng, setelah mutar-muter sana sini dan beli dress abu-abu buat acara hari minggu, gue nonton Roman de Gare. Trus, gue ketemu sama..ehm..ohok-ohok..e-e-e-ex gue. Haha. One more time, lidah gue kaku nyebutnya—susahnya lebih-lebih dari ngucapin huruf ‘R’ pake bahasa prancis. Crap! Wew, he looked so..yeah. Then I talked to him. The first word since..yeah..lalalalalalalalalilllililililululluulelelellolol.

Tapi di tengah film, gue tidur soalnya actornya gak ganteng, kakek-kakek malah. Jadi gue males nontonnya, masa aktrisnya cantik, pasangannya kakek-kakek. Gue melewatkan adegan bunuh-membunuhnya, tapi ya udahlah.

Film yang paling extreme itu film terakhir yang judulnya Les Chansons d’Amour. Ceritanya tentang threesome. Pokoknya, banyak adegan gay yang memuakkan, tapi diselingi sama nyanyian-nyanyian yang semakin terasa gay-nya. Itu film ter-freak yang penah gue tonton. Saying banget padahal aktornya ganteng, tapi kok mau sama co ya?

 

Festival Sinema Prancis I April 20, 2008

Filed under: shallow topic — blameaphrodite @ 12:29 pm

Hell-O World!

Saat gue menulis postingan ini adalah pada hari jumat, 18/04/2008. Gak bisa langsung gue post karena seperti biasa, krisis internet di rumah. Topik kali ini adalah Festival Sinema Prancis! Yeah!

Sebelumnya gue mau berkeluh kesah dan mengumpat-umpat. Gue gak tau kenapa tapi untuk mendapatkan secercah kebahagian pada waktu week-end tu bagi gue susaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah banget! Goddamn! Dosa apa sih gue??? (er..banyak sih kayaknya. Jadi, yah, panteslah.hhe)

It doesn’t make sense. It’s unpredictable (and I hate that). Hari sabtu gue HARUS masuk sekolah jam 6 untuk dzikir bersama mengiringi kepergian kakak-kakak kelas tercinta menuju UAN.

Positive Thinking: Ya udahlah, ****. Dzikir itu kan banyak pahalanya. Lo kan dah kebanyakan dosa. Sekarang saatnya lo melakukan penebusan dosa biar gak masuk neraka jahanam trus kena jurus IMPALEMENT dari malaikat. Lagian dendam itu tidak baik!

Negative Thinking: Setelah mendapat perlakuan tidak menyenangkan, lo mau doain mereka? Lo bukan Jesus yang doain algojo yang maku tangannya!

Well, gue pilih yang positive aja. Lagian kalo gue ntar kelas 3, gue juga bakal didoain adek-adek kelas gue. Impas kan? Selain itu kan gue juga lagi dalam masa pertobatan ekstrem, jadi ya, udahlah.

Yah, cuma amat disayangkan aja, soalnya gue harus mengadiri festival itu pas siang sampe malemnya. Demi ngejar itu film yang cuma main selama satu minggu di PIM dan Blitz (12-20 April) gue bahkan rela gak nonton temen gue (Pedicab) manggung di Djavu, Sarinah. Mana dia marah-marah lagi sama gue. Trus dia bakal nyanyiin (temen gue vocalistnya) lagu-lagu Rufio dan Not Available. Kyaaa, benar-benar pilihan yang sulit, ya! (suara ala dubbing di film kartun jepang). Tapi sih, gue mikirnya kalo festival film tu cuma setahun sekali sementara kalo nonton dia manggung gue bisa kapan aja (gak juga sih, kalo bandnya dah didepak sama djavu atau kontraknya abis, gue gak bisa nonton juga).

Beberapa hari sebelumnya gue contact temen gue dulu di CCF, Roget. Yah, gue males aja harus nonton sendiri. (Fyi, temen-temen CCF gue sekarang udah mencar-mencar entah ke mana, dari yang di Toronto sampe di Paris yang nyisa cuma tinggal si Roget ini. Damn lucky rascals!)

Sebenernya gue harusnya manggil temen-temen CCF gue itu dengan embel-embel ‘Kak’ di depannya. Soalnya, pas gue masuk CCF, gue paling kecil sendiri, paling cupu sendiri, dan paling polos sendiri. Iyalah, gue baru kelas satu SMP (baru lulus SD) sementara si Roget dan temen-temen yang lain udah pada kuliah, ada juga yang udah jadi dokter atau model. Tapi, emang dasar gue gak beradab, gue ikut-ikutan aja tu orang-orang saling panggil nama. Alhasil, gue manggil mereka gak pake ‘Kak’. Dan nyampe sekarang juga gitu. Hehe..

Lanjut ke masalah Roget yang sekarang udah sukses kerja di sebuah majalah (bukan majalah dewasa kok, tapi bukan Bobo juga). Kebetulan banget kantornya lagi bagi-bagi free ticket untuk employeenya dan karena gue contact Roget bertepatan dengan pembagian jatah ticket, gue mendapat tawaran menarik. Beginilah percakapan kami via telepon:

Gue: Sorry ya, tadi gue lagi di jalan jadi gak bisa ngobrol lama-lama. Lagian nomor lo juga gue gak tau. Mirip nomor kantor nyokap gue, gue kira yang telepon gue tadi si M****, assisten nyokap gue yang suka disuruh nyokap gue nyambungin telepon ke gue. Maklum, gue suka lama angkat hp, jadi nyokap gue males nungguin gue. Hehe..jadi gimana ticketnya?

Roget: gak papa. lo butuh berapa ticketnya?

Gue: 2 cukup kok, Get! Kalo gak sama temen gue, yah, sama nyokap paling. Kan bisa jadi translator tuh.. hehe.

Roget: Oh, gue kira buat cowo lo..

Gue: Er..gue..gue udah..putus. (pake efek suara dramatis)

Roget:Oh, sorry..gue..gue..gak tau..

Gue: (wah dia ikut-ikutan sok mendramatisir juga nih). Eh, gak papa lagi, Get.

Roget: Ya udah. Kalo gitu besok sabtu gue kasih tiketnya ke lo di PIM tapi pagi-pagiiiii banget.

Gue: Okay! Jam berapa?

Roget: Setengah 6 pagi.

Gue: WHAAAAAAT! Mau lari pagi apa? Gila!

Roget: Gak lah, bercanda. Yah, jam 10 an depan 21. Kantor gue buka stand di situ. Lo kebagian film Michou D’auber. Nah, ini kan yang adain kantor gue, karena lo dapet tiket dari gue, lo bisa ikutan quiznya. Trus ada dresscodenya juga lho! Harus something Touch of French gitu. Ntar best dress dapet hadiah.

Gue: gulp! Okay. Well, kalo gue pengen beli ticketnya lagi sendiri on the spot bisa gak sih? Gue takutnya udah banyak yang mesen dari kemaren-kemaren trus sold out gitu. Padahal rencananya gue mau nonton semua film di hari sabtu itu.

Roget: Gue gak tau pasti. Yang nonton kan banyak!

Gue: Uhm, okay. Thanks ya!

Roget: Jangan sampe gak dateng ya!

Bisa tebak apa reaksi gue di jumat sore itu? Yap! Gue panik! Gue langsung bongkar lemari gue. Something French. Something French. Apa ya? Sampai mata gue tertuju pada sebuah kaos berwarna putih dengan pinggiran biru pada lengannya dan tulisan FRANCE gede-gede. Okay, gue baru inget dulu gue pernah dukung Prancis. Trus sempet kepikiran juga buat bikin tattoo biru-putih-merah di pipi gue. Wew, I’ll look like France supporter yang fanatic. Ntar gue diusir lagi. Tapi gak papa, kan lambangnya ayam (sebenernya gue bingung itu ayam apa flamingo—ya udah sebut saja unggas) emas. Kalo kata orang cina pasti bawa hoki. Haha.

 

LOST April 20, 2008

Filed under: shallow topic — blameaphrodite @ 12:28 pm

Hello World!

Something terrible happened to me. It made me felt desperate, frustrated, wanted to finish my life, then I thought I didn’t deserve to live much longer in this almost-end-caused-global-warming world. Yeah, the big problem I had to face is…I LOST MY RELIGION BOOK!

It wasn’t a big deal for most people in this beautiful world. But for me, it was everything. Well, I sweated the small thing. Hmm..not really. Lost book could be a serious problem if you were really really need it.

I wasn’t a religious person. So I was so panic when I lost that religion book. The problem was, I need to get the religion remedial as soon as possible. My score was the second from bottom on my class. Haha. Crap! It was so embarrassed, then I thought I had to replace my face with my butt.

Maybe you would think, why didn’t I get the new one? Well, the answer was, I couldn’t use somebody’s book or get new one. It was different! I wasn’t diligent, but I ALWAYS wrote something important that my teacher said in that book. And most people didn’t do that. I supposed can borrow the Nindy’s (she was smart-and dilligent), but I still couldn’t understand what she wrote. You know, maybe she had known those ones, so she didn’t wrote them down, or she didn’t really understand of those ones and then she wrote them. It was different from mine! I wanted mine! Huhu.

I couldn’t read the Arabians word well. I didn’t know the ‘tajwid’, but I HAD ALREADY written on that book all the explanations of my teachers who spoke as fast as TGV. That was really killing me (softly).

I was so clumsy left that book somewhere out there (if love can see us through…-well that was a lyric of song that I had to be learned in vocal class). Clumsy, yeah, clumsy. Plus trouble maker. That was why I hated myself. (not really, actually I loved and proud to myself).

I tried to borrow Adi’s and took it home. But, I still couldn’t learned from his. Just blank pages spreaded over his book. Like a new one. Couldn’t concentrate. Whoaaaaaaa!

Things I got from this problem:

1. Clumsy was not good! Be a nice, diligent, and proper girl!

2. Put stuffes in the right place!

3. Thankful to God all the time. God always chooses better things to us. Lost religion book was better than lost geography book. If you lost religion book, you could look for the new one. But, if you lost geography book, you must: 1. Face the lion. 2. Face voldemort without any magic wounds. 3. Can’t attend Mr. Raar class a.k.a geography class till you quarantine for several centuries in hell with Lucifer. 4. You’ll get O scores for all assignments for a year. 5. Being mocked by him on class. 6. Die is last choice.

Listen to me, world:

I felt desperate, frustrated, wanted to finish my life, then I thought I didn’t deserve to live much longer in this almost-end-caused-global-warming world. Yeah, the big problem I had to face is…I LOST MY RELIGION BOOK!

 

dilema April 13, 2008

Filed under: shallow topic — blameaphrodite @ 5:12 am

Hello World!

Kata siapa anak IPS gak punya dilemma? (padahal gak ada yang pernah ngomong gitu). Yah, gue sedang dilanda gelombang stress setinggi 8500 kaki. Gimana gak, sidang karya tulis bulan Desember, sampe sekarang gue bahkan gak tau mau nulis apa..

Huhu..Mom, apakah aku berotak udang?

Berbagai saran udah gue terima tapi gak ada satupun yang bisa bikin gue semangat ngerjainnya. Awalnya gue focus temanya tentang sejarah dengan metode studi kepustakaan. Bukan apa-apa, masalahnya gue kan aman kalo yang bimbing guru sejarah gue yang intelek itu. Kata guru-guru sih, sebagian besar yang dibimbing sama dia, karya tulisnya jadi masterpiece bahkan cenderung jadi the next keajaiban dunia (bay-bay-lebaay).

Selain itu, kalo sejarah lebih mudah dipahami gak seperti rekan-rekan sejawatnya. Contohnya, ekonomi. Duh, gue gak ngerti kenapa harga saham bisa naik-turun apa hubungannya sama harga minyak per barrel? Susah kan? Makanya gue gak berani ambil resiko. Kalo akuntansi, gak usah ditanya. Gak mungkin kan gue nanya-nanya tentang buku besar atau laporan keuangan suatu perusahaan. (bisa aja sih, orang nyokap gue suka bikin gituan..hha). Sementara Geografi lebih cenderung ke IPA. Gak mungkin juga gue neliti rotasi bumi.

Untuk tema sejarah tadinya gue mau ngangkat tentang zaman Holocaust atau silsilah raja-raja romawi dan kenapa mereka saling perang (terinpirasi dari film Rome) atau biografi tokoh-tokoh penting kayak Adolf Hitler (tapi udah pasaran), JFK, atau malah Napoleon Bonaparte sekalian.

Whoa! Tentang apa dong kartul gue? Somebody, please give me advice. Duh, tau gini gue milih masuk bahasa aja deh. Gue berada dalam kebuntuan tanpa jalan keluar. Ya iyalah namanya juga buntu. Kalo masuk bahasa kan gue bisa neliti di mana Nabi Sulaiman belajar bahasa binatang, serta proses studinya. Keren dan berbobot kan? Pasti gak ada yang punya pemikiran kayak gue.

Anak-anak yang lain udah ngumpulin outline karya tulis. Bikin gue tambah panik kan. Alhasil, gue cuma ngumpulin seadanya, dengan judul dan tema dadakan. Duh, stress banget nih gue. Stressnya tuh lebih-lebih dibandingkan pas gue nonton video clipnya Aaron yang judulnya Calculate It. Sumpah, dia itu GAY OF THIS LAST CENTURY. ‘I have to calculate it, I have to estimate it…blah..blah..’ (topik melenceng).

Have any advices? Write ur comment!

 

Tsukuba Girl February 24, 2008

Filed under: shallow topic — blameaphrodite @ 8:08 am

  Hell-o World!

  Akhirnya..bisa juga weekend gak kemana-mana. Tapi bukan berarti gue bisa tidur-tidur ala beruang

  atau gorilla. Karena sepupu gue yang dari Jepang main ke Jakarta dan gue sebagai sepupu yang

  diidolakannya (cyee—gue juga gak tau kenapa gue bisa jadi idola sementara gue menganggap diri gue

  cuma trouble-maker dan loser kelas kakap) harus bisa mengimbangi hasratnya untuk bermain dan

  bermain dan bermain. Tapi gue gak keberatan juga kok, siapa juga yang mau nolak main game

  nyampe muntah. Apalagi game yang dibawanya dari Jepang sana asyik-asyik semua. Selain itu

  sebenarnya kedatangan dia ke Jakarta identik dengan berbagai hal; banjir coklat, dompet Jepang,

  banjir nori, sepatu lucu-lucu, dan kadang Yukata kalo musim panas.

 

 

Kei-Chan

 

 Tapi gue heran banget sama energi ni anak yang namanya Keiko (biasa dipanggil Kei-Chan—siswi 

 kelas 2 SD Ozone—kalo gak salah nulis), kalo main game suka gak kira-kira waktu. Yang bener aja,

 dari sore sekitar jam empat dia asyik mainin game di Lucifer gue sampai setengah dua belas malem 

 NON-STOP. Mungkin kalo tu batere Lucifer bisa teriak, teriakannya udah nyampe Cibubur kali ya. 

 Sementara mata gue udah sakit banget melototin dan mainin seabreg game yang dia bawa dari Jepang,

 dia masih asyik mainan game di Lucifer. Akhirnya gue gak kuat dan gue tidur diatas tumpukan

 game-gamenya. Sampe dia bangunin gue karena gak ngerti mainin salah satu level berbahasa Inggris.

 Perlu diketahui di Jepang pelajaran Bahasa Inggrisnya sangat minim, memprihatinkan, dan amat

 mengkhawatirkan.

 

 

mssensational685.jpg

 

 Sepupu gue ini tadinya lahir di Fukuoka-Shi trus sekarang udah pindah ke Tsukuba (Kota Sains).

 Nah, ngerti kan kenapa gue nganggep gue loser banget. Nyokapnya dia a.k.a tante gue itu emang

 perfect banget karena dia lulusan ITB Nuklir yang dikirim untuk beasiswa di Jepang dan sekarang

 udah mau menyabet gelar Professor. Doktor udah lewat. Dia juga bukan satu-satunya dari keluarga

 besar gue yang kayak gitu. Mungkin lebih tepatnya kalo pertanyaannya, “Siapa keluarga besar lu yang

 gak sukses dan gak berprestasi?” dan jawabannya adalah gue. Hoho. Karena kalo pertanyaannya,

 “Siapa keluarga besar lu yang pinter dan bisa diandalkan?” maka jawabannya adalah, ”Semua.

 Kecuali ‘gue’.” Tapi gue gak berkecil hati meskipun gak pernah merasakan kursi Aksel atau berdiri di

 podium juara umum seperti yang mereka-mereka lakukan, gue tahu sebenernya diri gue…emang udah

 bakat loser. (Gimana sih, gue mau optimis atau gak? Hoho)

 Kembali lagi ke kegiatan yang gue lakukan bersama dia. Gue sempet stress awalnya karena serasa membawa nuansa kelas Jepang di sekolah ke rumah. Betapa tidak (yeah), dari awal dia suka nyerocos bahasa Jepang, dan yang paling bikin shock, pusing, dan serasa tak ingin melihat dunia lagi adalah ketika dia nge-rap perkalian seratus pake bahasa Jepang yang memakan waktu sekitar 1,5 menit itu. Whoaa! Ternyata disana ngapalin perkalian aja diitungin berapa menit. Jadi yah, gue mendengarkan segerombolan kata-kata asing di telinga gue yang cepet kayak TGV.Setelah bermain game, dia ngajarin gue huruf kanji dan katakana—rupanya dia tahu gue masih buta aksara dalam pelajaran Jepang di sekolah. Wah, ternyata belajar bahasa Jepang mengasyikan yaa..Tapi Boong. Akhirnya gue gambar-gambar babi di buku dia trus teru-teru bozu sampe dia capek dan ngantuk. Yah, begitulah akhir kisah gue dan Kei-Chan hari itu. Diakhiri oleh teru-teru bozu yang dia gambar di bukunya tapi menurut gue itu lebih mirip pocong.

 

I Need A Lil Time To Hibernate February 24, 2008

Filed under: shallow topic — blameaphrodite @ 7:07 am

    Hell-O World!

Bete dan capek. 2 kata yang mewakilkan perasaan gue sekarang. Gue ngerasa beberapa minggu terakhir ini gue bener-bener gak bisa relax sebentaaaaar aja.

Oh, God! I really need a vacation! Rutinitas sekolah yang semakin padat, cuaca yang gak bersahabat, dewi fortuna yang tak kunjung datang, dan yang terakhir si aphrodite yang belum berpihak.

Kemarin gue sempet sakit dan gak masuk sekolah 2 hari. Ada hikmahnya juga sih gue gak masuk. Gue yang selama ini menganggap rumah hanyalah sebagai tempat singgah cuma untuk makan-tidur-mandi dan gue bener-bener ngerasa primitip (pake ’p’ bukan ’f’) karena selama ini gue jaraaaaang banget punya kesempatan nyantai di rumah dan nonton tv, jangankan gitu ketemu Lucifer aja juga udah jarang.

Yeah. Akhirnya gue bisa juga ngerasain nonton tv sepuasnya. Akhirnya gue bisa nonton juga video clipnya Mulan Jameela yang selama ini gue cuma bisa dengerin lewat radio atau speaker penanda pergantian jam pelajaran di sekolah. Oops..apakah ini mencoreng nama sekolah gue? selain itu gue juga nemuin salah satu video clip yang menurut gue perasaan tokoh ceweknya gue banget, yaitu video clip Letto. Gue lupa judulnya apa karena gue juga gak terlalu suka sama lagunya, tapi video clipnya bener-bener gue banget.

Jadi ceritanya di video clipnya itu ada si Marsha Timothy yang mengalami kekerasan fisik sama cowoknya sendiri di sebuah lorong. (Wait! Kalau yang bagian ini untungnya gue sampe sekarang belum ngalamin-tapi kalo sampe iya gue bales pake revolver tu cowoknya). Trus Noe (vocalis Letto) dateng nolongin (cowoknya Marsha udah pergi) dan berikut kira-kira percakapannya:

Noe: Masih gak masuk dalam logika aku. Kenapa makhluk mulia bernama wanita mau diperlakukan kayak gitu.
Marsha:Abis gimana lagi..Udah terlanjur..sayang

Noe:Kayak ’drugs’ ya?

Yap, beberapa cewek termasuk emang penuh totalitas kayak di atas bahkan mungkin yang namanya cowok bisa berefek kayak ’drugs’ bagi ceweknya. Ngerti gak? Yah, semacam ketergantungan gitu.

Lanjut.. Akhirnya Marsha dan Noe jadian..
Marsha:Harusnya mereka bikin kata-kata baru yang mewakili perasaan aku. Di atas kata ’sayang’ dan di atas kata ’cinta’

Noe:Hm..Terlalu berat bagi manusia biasa..

Sebenarnya gak juga karena beberapa cewek juga sering ngalamin itu. Yap, begitulah cerita di awal video clipnya tapi akhirnya gak happy ending jadi gue nyesek nontonnya dan bener-bener gue banget tu perasaan si Marsha. Jadilah gue males menuliskan tentang kelanjutan dan endingnya.

Cukup untuk video clip. Setelah itu gue nonton seleb masak yang ada Rebeccanya. Agak annoying sih orangnya walaupun dia gak menunjukkan ke-bule-annya kayak CinLau. Abis dia kayak gak fokus gitu masaknya dan sambil makan wortel yang masih utuh dengan bunyi ’krauk-krauk’ sementara pembawa acaranya Chef (lupa namanya) masak sendiri jadinya.

Di sekolah gue diprotes temen gue sendiri gara-gara pas dia lagi makan gue suka nyanyi-nyanyi dan menurut dia suara gue mengganggu proses pencernaan makanannya karena perutnya geli kalo denger gue nyanyi. Jahat kan?

Belum lagi valentine sepi coklat, cuma dapet dari 2 orang doang akhirnya unttuk menghibur diri gue dengan membeli coklat untuk gue sendiri. Yang paling bikin gue stress itu tingkah guru gue yang selalu menjadi inspirator gue yang berulang tahun pada hari valentine bersikeras gak mau diberi ucapan selamat. Karena dia merasa bahwa tahun ini ulang tahunnya jatuh pada tanggal 27 Mei. Okaaaay…dia gak mau menggunakan almanak (kalender—karena ngomongin dia jadi pake bahasa yang berbeda) biasa gue kira, melainkan mengikuti petunjuk astronomi, pergeseran bulan atau apalah itu. Rasanya gue juga pengen bilang ke dia kalo gue juga gak make jam biasa tapi jam matahari buatan Isaac Newton.

Ulangan banyak, tugas numpuk, laporan, DVD-DVD masih menggunung belum ditonton, Harry Potter masih nyisa beberapa halaman, otak gue cuma satu, tangan cuma dua, dan sehari cuma 24 jam. Craaaap! Mana gue masih sendirian di rumah lagi. Belum ada pengganti pembantu gue yang gila itu. Gak pernah makan makanan rumah. Junk food dan junk food. Take away or delivery..betee.

Satu lagi yang bikin mood gue mendadak drop adalah ketika sat-nite gue dapet sms yang isinya whoaaaaaaa bikin pengen loncat dari rumah Nindy di lantai 34 (gak deng). Dari wali kelas gue yang isinya pemberitahuan bahwa guru akuntan gue mau ngadain ulangan hari senin. Lalalala..Duuuuh, dia gak tau apa buku-buku gue semua ada di locker sekolah? Percuma juga dia ngasih tau hari sabtu, gue gak bakal belajar juga.

Sehari gue cuma tidur 5 jam. Mungkin buat orang lain cukup tapi gak bagi gue. Karena dulu gue ini menjalani hidup sehat. Rajin berolahraga (boong banget), menjadi lacto-ovo vegetarian (cuma sebulan), positive thinking (boong juga), dan tidur 8 jam sehari. Setelah beraktivitas seharian penuh selama 5 hari. Gue pengeeeeeeeen banget sabtu minggu bisa seharian di rumah. Tidur kek. Surfing something. Nonton kartun. Megang remote tv. Makan sambil tiduran, ngemil. Oh Mon Dieau! Kapan gue merasakan surga duniawi? Huhu..rasanya pengen nangis. Tapi kenapa juga gue harus pergi sabtu minggu? (kalo itu pertanyaan lu). Well, karena gue shoppaholic jawabannya. Pas lagi jalan gak kerasa capek. Tapi pas nyampe rumah dan ngeliat jam yang cuma sedikit tersisa untuk istirahat. Huhu…gue mau hibernasi rasanya..

 

 

Alien Attack! February 3, 2008

Filed under: shallow topic — blameaphrodite @ 2:15 am

Hell-O World!

Well, gue lagi berduka atas hilangnya sahabat kecil gue, Lucien. Yang terakhir kali gue liat masih berendem di gelas aquariumnya. Tapi kemarin pas gue liat, tinggal si Blandine, antara istrinya atau temen gaynya. Gue gak bisa bedain yang cewek mana dan yang cowok mana. Tapi begitulah menurut si penjual kura-kura Brazil. Jadi yang cowok gue kasih nama Lucien dan yang cewek Blandine. Walaupun gue agak meragukan keterangan si penjual itu.

Tu kura-kura gue beli dari tanggal 24 Juni 2005. Waaah, ingatan gue bagus yaa..Tapi kenapa gak pernah bisa gue gunakan saat ulangan sejarah sial itu? Well, balik lagi ke masalah kura-kura. Inget kaan, gue sendirian di rumah. Gue pun masuk rumah sekitar pukul 5-5.30 sore tiap harinya dari sekolah. Gue gak perhatiin si Balndine dan Lucien pada hari Kamis 31/1 kemarin karena gue pulang-malam-dan-hampir-tewas menyanggupi ajakan Nindy untuk reborn (seperti yang dikatakan oleh mereka-mereka yang nonton di Jepang). Gak lupa gue ucapkan thanks untuk Nindy yang menyelamatkan gue yang tadinya hampir jadi sardin kalengan dan akhirnya gue bisa reborn dengan selamat walalupun otot leher dan tangan gue jadi agak kaku karena kurangnya pemanasan pada proses rebornisasi tsb. Sampe rumah nyokap gue menyampaikan kabar duka mengenai hilangnya si Lucien. Sungguh misterius. Tadinya gue curiga dia dimakan kucing. Tapi gak ada bekas-bekas kaki kucing. Nah, akhirnya gue memutuskan bahwa selama seharian rumah tak berpenghuni, ada invasi para alien.  Tapi mana mungkin ada alien siang-siang? Well, bisa aja. Karena Jakarta dan Amzxio kan beda berepa jam gitu. Nah, aliennya berangkat dari Amzxio terlalu awal. Mungkin aliennya bego jadi gak ngitung perbedaan waktunya, jadi nyampenya siang-siang menjelang sore deh. Atau bisa aja malah pagi-pagi pas gue udah berangkat sekolah.  Besoknya, Jumat 1/2 gue menemukan aquarium yang kosong. Oh, no! Kemana si janda Blandine yang gak pernah menghasilkan anak itu? Anehnya, gue menemukannya di atas keset di depan kamar mandi. Dugaan gue akan invasi alien semakin kuat. Apaa sih?

Yah, pokoknya gitu deh ceritanya. Agak gak penting juga sih. Makanya gue masukin ke shallow topic.

 

Home Alone February 3, 2008

Filed under: shallow topic — blameaphrodite @ 2:03 am

Hell-O World!

Saat menulis postingan kali ini, keadaan sekeliling gue benar-benar gak menyenangkan. Yap. Semenjak kepulangan pembokat psycho yang sebenernya patut gue syukuri, sementara ini gue melakukan apapun secara sendiri. Well, tolong diekspos. Seorang ’gue’ bisa mandiri juga akhirnya.  Gue mau cerita sedikit tentang sejarah gue bisa sendirian gini di rumah. Awalnya pembokat gue yang masih muda mau nikah sehingga dia pulang kampung dan sepertinya gak akan kembali-selamanya-karena-sudah-asik-berumahtangga. Tiba-tiba secara tak sengaja pengasuh gue dari kecil melamar kembali berkerja di rumah gue. Benar-benar sutu hal yang sangat mistis dan sangat sulit diterima oleh akal sehat manusia dan pastinya teori tersebut masih diperdebatkan oleh para ahli. Maksudnya? Well, kalimat ketiga dari paragraf ini sebenernya sangat tidak penting dan perlu dibuang. Tapi setelah dipikir-pikir sayang juga dibuang jadi..ya udahlah. Pfff. Baiklah, kalimat-kalimat ini sudah sangat melenceng dari alurnya, jadi, mari kembali ke topik semula!  

Mengapa pengasuh gue yang-sudah-punya-cucu itu melamar lagi ke rumah gue? Karena ia sepertinya ingin menikmati hari tuanya dengan tentram di sebuah rumah yang hanya beranggotakan 2  orang, tidak banyak kerjaan, dan semua orangnya sibuk sehingga tak ada yang memperhatikan apakah dia sudah bekerja dengan semestinya atau belum. Mengapa dia gue sebut-sebut psycho? Karena dia melakukan hal-hal yang gue anggap psycho dan kemungkinan terbesar adalah dia menderita mental disorder level rendah. Tapi tenang aja, dia gak berkeliaran dengan tombak atau trisula ala Vlad Tepes. Jadi sampai saat ini gue masih bisa menulis postingan demi postingan.  Suatu hari, karena dia takut sama gue yang selalu mencerca kesalahan FATALnya dan mengadukannya pada sang Bos Besar a.k.a nyokap gue, dia menjadi makin stress dan menggila. Akhirnya dia gak kuat dan tenggelam dalam emosinya sendiri padahal gue nyantai-nyantai aja­­-dia keluar. Pertanyaannya, apa bukti bahwa wanita berumur itu takut sama gue? Jawabannya adalah ya, tiap kali gue cuma berdua sama dia di rumah, sementara Bos Besar belum pulang, dia selalu berdzikir, baca alQuran, dan menyenandungkan lagu-lagu islam yang menyentil rohani. Dipikirnya gue titisan iblis atau apa gitu. Yah, jelas gak mempan lagh. 

Ternyata, banyak hikmah yang bisa diambil dalam kesendirian dan kemandirian gue ini. Contohnya, gue mulai belajar masak. Padahal biasanya kalo pas hari libur nyokap gue masak, boro-boro mau bantuin. Untuk masuk dapur aja gak pernah terbersit di otak gue paling-paling gue nonton DVD di kamar. Tapi sekarang, gue malah maniak masak. Tiap pagi gue bikin bekal gue sendiri. Walaupun dengan cara unik dan tidak wajar yang sangat ‘gue’ seperti biasa. Di kamus gue, memasak tak hanya butuh alat dan bahan tetapi juga perlengkapan. Perlengkapan pengaman tepatnya. Adapun perlengkapannya adalah: helm, kacamata, dan masker N95 (atau merk lain). Baju yang paling tepat digunakan saat masak adalah baju astronout. Helm. Buat apa helm itu? Helm digunakan untuk melindungi wajah Anda dari cipratan minyak panas. Kacamata. Apa fungsi kacamata? Fungsi kacamata di sini adalah untuk melindungi mata Anda dari bawang merah dan putih. Sedangkan masker untuk melindungi Anda dari bau-bauan bumbu yang sedang dimasak-ada beberapa yang menyengat.Selain itu gue bisa nyiapin baju sendiri, nyetrika, dan melipat dengan rapi.  Kelemahannya adalah, gue sendirian. Gak ada siapa-siapa. Kadang-kadang gue suka parno sendiri. Inget film atau buku thriller. Apalagi kalo ada kecoa masuk dari luar rumah. Gue pasti jerit-jerit terus semaleman.  Well, sampai ketemu dalam postingan selanjutnya. Sekarang gue mau mempersiapkan sebuah reborn dalam hidup gue.