blameaphrodite’s

DON’T LOVE ME, I HAD LOST MY PHEROMONE

Mission Completed (Or Failed For Mr.H) September 22, 2008

Filed under: Mission Possible — blameaphrodite @ 12:42 pm

Hell-O World!

Sekali lagi ini blog gue. Hell, yeah, gue bebas nulis apapun di sini bahkan cercaan sekalipun. Bagi objek-objek yang kurang beruntung, saran gue lo semua positive thinking aja. Ambil hikmahnya. Well, hikmahnya apa ya? Hikmahnya…bisa jadi objek di blog gue.

So, who’s the lucky one? Let’s call him, Mr. H. Hfff, gue masih cukup baik hanya memberikan inisial di sini. Biasanya sampe nama buyutnya gue sebutin di sini (lebaay).

Begini ceritanya, tanggal 20 September kemaren, gue menghadiri sebuah double party. Ternyata momen yang hanya terjadi sekali seumur hidup bagi si empunya party disalahgunakan Mr. H untuk melancarkan misinya yaitu ‘Shoot Ms. Perfecto’.

Wtf? Hey, boy! Why don’t you mirror yourself? It’s incredible impossible to get her. Ms. Perfecto.

Okay, supaya tidak terjadi kesimpangsiuran, gue jelaskan kronologinya (sorry, tanpa timeline). Mr. H mengincar Ms. Perfecto sejak sekitar, yeah, sebulan lebih terakhir inilah kira-kira. Sementara Ms. Perfecto yang belum pernah menyandang status ‘in a relationship’ dengan siapapun belum sadar akan niatan Mr. H untuk pedekate itu.

Fyi, gue akan berbagi sedikit profil Ms. Perfecto yang notabene adalah sahabat gue. Buat gue dia nyaris perfect. Cantik (bukan relative tapi udah absolute), pinter (terbukti pernah menyandang ranking satu dan gak pernah keluar dari 5 besar), suaranya bagus (gue masuk kelas vocal bareng dia dan gue tau persis karena kita sama-sama alto—sebenernya suara aslinya bisa lebih ngebass daripada cowok dan saingan utama produsen speaker karena volume suaranya sangat bombastis), dan jago main biola (terbukti ketika dia mengiringi Once nyanyi Dealova di SCTV Music Awards).

Bisa dibilang, Ms. Perfecto ini sangat choosy. Selama gue temenan sama dia, belum pernah dia bilang ke gue ngegebet cowok. Nope. She’s not lesbian. Cuma di mata dia, bahkan cowok seganteng apapun ada aja kurangnya. Well, selektif dan perfeksionis memang.

Kemudian, tanpa disangka-sangka, datanglah Mr. H (sekarang alumni) yang sebenarnya existensinya di galaxy ini juga masih diragukan (oopsie—how dare me! Yeah, I’m trouble maker, dude. Remember?). Dengan perkenalan yang agak terburu-buru dan berkesan agak memaksa, dia berniat untuk menembak Ms. Perfecto ini pada acara double party. Hhahahaha. It needs more than just an experience, dude. Even you don’t have one.

Setelah beberapa sms yang dijawab seadanya oleh Ms. Perfecto, Mr. H nekad mendatangi kediaman Ms. Perfecto yang berada tepat di seberang pom bensin (well, I hope at the time, the gas station exploded and burned him alive—ah, I’m fierce) untuk membawakan sekotak Harvest Cake. Tapi kabar-kabarnya, Ms. Perfecto membiarkan si Mr. H ini nunggu selama setengah jam di depan gerbang rumahnya (Oh, God! We have enough time to burn him alive with Your authority to explode the gas station). Oh, he was really tough. Waited for 30 minutes without complained (maybe grumbled like he used to do as a duck mouth—quack quack) If I were him (fortunately, I were not), I would eat the cake.

Ternyata perjuangan si bibir manyun itu gak sampai di situ. Ini adalah klimaks dari semua usahanya (I hope so—he MAY NOT do another freaker things than this one). Jadi dia mengirim Ms. Perfecto sekeping CD. Well, I know, world. We feel bad about this. Isinya adalah..ehem..bagi yang mau ketawa, silakan. Drum roll, please.. yeah! isinya adalah rekaman suara dia. Hahahahahahahahahahahahahahaha. Duh, capek ketawanya. Bukan apa-apa, dia lagi diem aja udah fals apalagi pas nyanyi. (Ooops. Kayaknya gue udah terlalu jahat dan melenceng). Tapi, lanjut, CD itu berisi 7 lagu-lagu hits Indonesia yang (sialnya) dinyanyiin ulang sama dia yang menurut gue improvisasinya agak berlebihan. Kenapa? Soalnya, lirik lagu Dewi-Alexa diganti jadi nama Ms. Perfecto. (Oops, I think my stereo is broken). Tingling.

Pada tanggal 19 September, atau sehari menjelang double party, Mr. H menyapa salah satu teman gue yang kurang beruntung (tapi gue udah nepuk-nepuk punggungnya sambil bilang kalo bukan salahnya lahir di sunia ini trus menghadapi Mr. H yang menyapanya di Msn. Bukan salah pencipta Msn juga yang aksesnya bisa jebol dan pengawasan terhadap aktivitas Mr. H di dunia maya luput). Di sanalah awal dari malapetaka, karena Mr. H, berencana untuk menembak Ms. Perfecto. Well, which things better among shot by his love or shot by terrorist fire-arms? Vote now!

It’s quite in a rush. Gue langsung ngirim sms ke temen-temen gue untuk melakukan misi penyelamatan terhadap Ms. Perfecto di party dengan cara pengawalan ketat. Dan gak pernah ninggalin dia sendiri. Sayangnya, personilnya kurang lengkap. Karena salah satu pengawalnya, Ms. F mengalami kecelakaan pada jari kelingkingnya yang kejepit spion mobil pada saat parkir mundur (jaga diri sendiri aja belum bisa gimana mau jagain Ms. Perfecto?).

Sebenernya kalo mau, gue yakin banyak kok yang mau lindungin Ms. Perfecto. Tapi ntar terlalu extreme jadi biar gue dengan Ms. V aja.

Di lokasi pada hari-H, gue dan Ms. V ngapit Ms. Perfecto kemanapun dia pergi dan keliatannya Ms. Perfecto juga fine-fine aja. Ms. Perfecto duduk di antara Ms. V dan gue. Formasi jalan adalah, gue paling depan, Ms. Perfecto, lalu di belakang adalah Ms. V atau gue di kanan Ms. Perfecto, dan Ms. V di bagian kiri Ms. Perfecto. Bener-bener pengawalan yang ketat. Akhirnya, Mr. H frustasi. Apalagi setelah gue dan Ms. V memberikan senyuman ‘mampus lo!’ ke arah Mr. H. Sambil makan pudding Mr. H berencana untuk ngebunuh gue sama Ms. V pake garpu dessert. Well, Mr. H. I’m sorry. You just faced the bitches.

I saved the day. See you in the next mission.

 

RIEN IS BACK TO PAINT THE TOWN! August 31, 2008

Filed under: Uncategorized — blameaphrodite @ 12:20 pm

Hell-O World!

 

RIEN IS BACK!

 

Yeah, yeah. Cukup applausenya. Cukup. Terima kasih. Jadi gue akan mulai dari…

 

Ehm, tolong, mas, yang disebelah sana, yang pake baju polkadot pink renda-renda. Bisa berenti tepuk tangannya gak? Iya gue tau lo semua kangen sama postingan-postingan gue yang luar biasa amat sangat super duper (lebay) spektakuler dan merupakan bibit dari munculnya masterpiece di dunia blog. Gue juga ngerti perasaan lo semua yang nunggu-nunggu postingan terbaru gue, sampe ngantri di teras rumah gue, bikin kemah di taman rumah gue, dan pengorbanan-pengorbanan lainnya yang ‘ala nunggu buku Harry Potter terbit’. Tapi karena Harry Potter udah abis, sekarang Twilight Series aja.

 

Gue mau ngucapin terima kasih sama semua yang udah dukung gue dan setia menanti gebrakan baru dari tulisan gue. (gila, kok gue pede banget ya? padahal sampah).

 

Jadi saat ini gue sedang mengalami krisis waktu. Di mana 24 jam dirasa kurang karena membludaknya aktivitas dan tuntutan yang mesti gue kerjain. Setelah pulang dari Jepang pas liburan kemaren untuk exchange student yang ternyata lebih panjang programnya jadi gue nabrak tanggal masuk sekolah. Alhasil minggu pertama sekolah gue gak masuk.

 

Setelah itu gue kelabakan, ketinggalan pelajaran ini itu. Walaupun berafiliasi sebagai anak Ikatan Pelajar Santai a.k.a IPS, tetep aja materinya banyak yang ketinggalan. Belum selesai gue copy-copy catetan temen gue, gue disibukkan dengan adanya acara SKY AVENUE 2008. Pensi angkatan gue dengan tema Pirates. Apalagi gue bagian produksi yang sama aja dengan kuli.

 

Selesai SKY AVENUE. Tetangga sebelah gue yang notabene pedamping di program Jepang yang kemaren gue ikutin (beda angkatan sama gue), mulai sok-sok lebay dan heboh nyuruh-nyuruh bikin laporan yang katanya harus udah jadi tanggal 30 Juli.

 

Akhirnya nyokap gue yang terbakar kompor (padahal pemerintah sudah mengantisipasi hal ini dengan subsidi LPG 3 kg alih-alih kompor minyak) dari si tetangga annoying itu, nyuruh-nyuruh gue cepetan bikin laporan perjalanan. Yang akhirnya gue kebut selama 2 hari dan mengorbankan satu hari sekolah (gue sampe cabut demi ni laporan sial). Dan guess what, pendamping gue bilang kalo dikumpulin tanggal 8 Agustus. Anjrit gak? Gue udah ngebut-ngebut ngerjainnya taunya dikumpulin masih lama. Sok tau sih, jadi orang. Dasar Mrs. Nosy. Satu kata buat lo: MYOB!

 

Gak berakhir di situ, outline kartul (karya tulis) udah ditagihin. Tapi karena gue belum ada bahan sama sekali. Gue didepak dari kelas sekitar 2x. Tapi gue yang rendah sensitivitasnya ini malah seneng-seneng aja di luar kelas. Bego kan? Sampe akhirnya guru gue yang gak pernah marah jadi marah, akhirnya gue pun mulai panic! at the disco.

 

Sekarang sih, persetan tentang gengsi untuk jadi sok intelek dengan mengangkat tema-tema berat kayak ‘Pengaruh Restorasi Meiji terhadap….’ atau, ‘Peran Hittler pada….’ atau ‘bla..bla..bla..pada Dark Ages’. Gue memilih untuk tema simple tapi gue banget. Yeah, pastinya gak jauh-jauh dari musik.

 

Sementara itu guru di sekolah gue semakin aneh-aneh. Dari yang mulai ngancem-ngancem gue untuk segera kumpulin bab satu kartul dengan cara menitipkan gue kepada salah seorang teman gue (yang kurang beruntung) untuk ngingetin gue segera nge-print tugas keramat itu atau muka gue hala ditonjok sama dia (sepertinya dia lumayan beruntung). Sadis. Memang. Tapi itulah. sekejam-kejamnya ibu tiri masih kejam ibu kota. Mungkin gurunya udah eneg banget ngeliat keleletan gue ngerjain tugas sampe mendaulat teman gue sendiri  untuk melukai wajah gue yang camera face ini.

 

Tak hanya itu, guru geografi gue yang baru punya ipod nancepin ipodnya ke speaker dan mulai memainkan lagu demi lagu selama pelajaran berlangsung (tentunya gak pas dia lagi ngajar). Ternyata lagunya….instrumental. Well, gue tau ini bahaya. Gue bermasalah dengan pernapasan gue. Langsung. Seketika. Damn! Sumpah kali ini gue gak lebay. Memang beginilah adanya. Gue pun langsung menyetel Silverchair (band favorit gue belakangan ini) kenceng-kenceng dari ipod gue untuk mengatasi masalah pencemaran suara dari ipod si pak geografi.

 

Namun, kisah sedih gue gak berujung di situ. Sebagai penutup dari serentetan cerita gue yang sensasional seperti biasa adalah kekecewaan gue gak bisa nonton The Used. Niscaya hal paling menyedihkan dalam hidup gue adalah melewatkan konser The Used yang sama aja lo gak exist di galaxy bimasakti ini.

 

Untuk yang menunggu postingan di kategori it’s rhyming, harap sabar dikarenakan gue belum mengalami insomnia lagi selama 3 bulan terakhir ini jadi belum dapat inspirasi. Tapi kayaknya gak lama lagi. Tungguin aja.

 

 

 

‘H’ for History July 19, 2008

Filed under: Uncategorized — blameaphrodite @ 4:41 am

Well, I’m sorry

to make this things undone

to destroy our vow

 

but, i just can’t wait

i can’t expect to much

 

this is so..

unpredictable

unbelievable

 

he just came

filled my lungs

my lungs that you choked

 

i couldn’t stand in the past

move along

you are a ‘H’

‘H’ for History

 

Camel Toe May 8, 2008

Filed under: Uncategorized — blameaphrodite @ 2:58 am

um hmm thats right uh huh uh huh
um hmm thats right uh huh uh huh

walking down the street
something caught my eye
a growing epidemic that really ain’t fly
a middle aged lady
i gotta be blunt
her spandex biker shorts were creepin up the front

I could see her uterus her pants were too tight
She must’ve owned panties that were not in sight
She walked right by the poor woman didn’t know
She had a frontal wedgie a Camel Toe

[Chorus]
um hmm thats right uh huh
oh no
fix yourself girl
you got a
Camel Toe
um hmm thats right uh huh
oh no
fix yourself girl
you got a
Camel Toe

girl thats gotta hurt
take some time and adjust can’t you see people staring
and making a fuss
could not believe my eyes had to take a second glance
is your crotch hungry girl
cause its eating your pants
do you enjoy the comotion and attenetion it brings
the only lips i wanna see are the ones that sing
in public putting on an x rated show grossin people out
with your Camel Toe

[Repeat Chorus]

first day of spring and by the looks of things these girls have forgot how to dress
a little quick to wearin
wearin pum pum shorts
and its causin me much distress
whoomp there it is
yeha right in the front
everybody come and get a good look
i can see everything through the panty cling every cranny
and every nook
you better take a quick minute
before you step outside
and check the area thats pubic
or you’ll get your panties all up in a bunch all twisted up
like rubic
take these words of advice
cause its not very nice
i wanna put you al in the know
girls don’t sleep
don’t let your pants creep
watch out for
The Camel Toe

[Repeat Chorus]

 

I WON’T April 29, 2008

Filed under: Uncategorized — blameaphrodite @ 4:20 am

“could you see the light blue ocean?

could you feel it wasn’t only a fiction?

I stared the crescent moon and felt the sensation

that was the last thing before my distraction.”

 

I can imagine those roses smiled to me as a couple

I said to them, “Yeah, he was nice and humble”

“It wasn’t easy to find a prince and he was humble”

“So lucky I was, like Isaac Newton hit by red apple”

 

the sun goes down, that was the time to sleep

I cannot load any pain and tears more to keep

think of all the good things to avoid the nightmare

think of you make me know there’s nothing to be scare

 

“this is my distraction

I won’t see them again

this is my distraction

I won’t see you again”

 

 

Nu Cathegory February 24, 2008

Filed under: Uncategorized — blameaphrodite @ 7:10 am

Hell-o World!

 

Gue membawa sebuah kabar baik yang gue yakin pasti ditunggu-tunggu, spektakuler, sensasional, dan tentunya up2date banget. Walaupun agak sulit diterima akal sehat manusia..(gue bingung deh, kenapa ya gue suka banget make kalimat itu?)

 

Ehm, sebenernya gak seheboh itu sih. Tapi karena gue emang lebay serta hiperaktif, jadi ya gitu..sabar ya yang baca..

 

Well, langsung aja..Jadi, kabar baik itu adalah gue menambah satu cathegory lagi dalam blog aneh gue ini. Yipeeee! Okay, okay, makasih banyak applausenya! Iya, jadi karena..okay-okay, gue bilang cukup applausenya. Tunggu dulu dong, biar gue selesain omongan gue dulu..Jadi..Aaaaargh! Gue bilang cukup! Applausenya udah dong! Gak selesai-selesai kan..

 

Nah, category baru ini gue mau berbagi tempat-tempat makan beserta makanan favorit gue yang gue rekomendasiin beserta harga dan alamatnya.

   

 

Rare IPS December 2, 2007

Filed under: Uncategorized — blameaphrodite @ 1:15 am

Entah mengapa walaupun bertitelkan anak IPS, tetep aja gue gak pernah bisa akrab sama pelajaran-pelajaran IPS apalagi sama guru-gurunya. Tengah
semester kemaren, raport bayangan gue reboisasi gitu. Nilai-nilai yang gak tuntas di stabilo ijo gitu jadi sorry yah, gak jaman raport kebakaran. Basi! 4 nilai
gue yang gak tuntas salah duanya adalah Ekonomi dan Sejarah. Dari awal gue emang udah tahu gue gak ada bakat hapal-menghapal, tapi apa boleh dikata,
takdir menetukan lain. Gue terjerumus dalam lingkaran hitam ini. (Jeng, Jeng, ini topiknya tentang IPS atau Narkoba yaa?).
Salah satu problematika yang harus selalu gue hadapin adalah bertemu dengan 3 Serangkai IPS Freak + 1 Pria Hi-tech -yang -agak-sesat= 4 Thumbs Up
for this endless suffering! Hip-Hip, HOOOORAY! Oh, yes. Oh, Beybeh! Yeah! Move ur body! Aha! Aha! Yeah! Yeah!
Bisa dibilang, pelajaran IPS di sekolah gue didominasi oleh suatu dinasti keluarga namanya Dinasti Rese. Jadi guru ekonomi gue itu adeknya guru geografi
gue, guru akuntansi gue istrinya guru ekonomi. Sebenernya cuma dua sih yang rese berat, parah, dan naudzubillah min zalik. Guru akuntan gue sih fine-fine aja,
mungkin karena gue suka pelajarannya dan ngajarnya santai tapi tetep aja tu 3 serangkai punya hobby yang jangan sampai ditiru deh. Gak baik. Yaitu suka
banget mainan kunci pintu. (Mungkin tadinya cita-citanya mau jadi ahli reparasi segala jenis pintu, brankas, alarm mobil, dan hal-hal yang tidak dapat diterima
oleh akal sehat manusia.) Jadi, bagi anak-anak yang telat masuk kelas, jangan berharap dapat mengikuti pelajaran mereka-mereka ini karena sesungguhnya,
pintu (surga) telah tertutup dan tak akan terbuka hingga hari lainnya. Begitu bel bunyi, kunci. Begitu masuk kelas, kunci. Benar-benar hobby yang unik, ya?
Kyaaa. (ala komik). Yang paling susah dipahami, dimengerti dan disukai adalah guru geografi. Masuk kelas dia sama dengan menguji adrenalin lu. Auranya..
Uuh..Bikin denyut nadi lu berdetak cepet, secepet kecepatan cahaya. Mind to intro? inilah dialog reviewnya:

Scene 1–Antara di dalam dan di luar.
Guru G : Mana buku kamu, nak? (dari depan kelas)
Murid : Ketinggalan, Pak.  
Guru G : Sini, Nak. Maju sini.
Murid : (maju). Iyaa, Pak?
Guru G : Gak usah ikut pelajaran saya, kamu!
Murid : (balik kanan ke mejanya untuk ngambil binder/file dan siap diusir.)
Begitu lewat di depannya..
Guru G : Kamu mau ke mana?
Murid : (bingung, ragu, dan bimbang) Mau keluar.
Guru G : Mau ngapain di luar?
Murid : Lha, tadi bapak yang nyuruh.
Guru G : Ya, iya. Trus kamu mau ngapain di luar?
Murid : Gak tau, Pak. (Ya elah, jalan-jalan ke pantai lah! banyak angin!)
Guru G : Ah, dasar kamu gak jelas. Ya udah duduk lagi sana. Dari pada di luar gak jelas. Mending di sini dapet ilmu.
 Yang gak jelas siapa yaa?

Scene 2–Perhatikan pertanyaanya.
Tiap hari Jumat para wanita diwajibkan mengenakan pashmina dan pria-pria mengenakan peci selama kelas berlangsung. Pada suatu Jumat, Ani (nama disamarkan) yang
seorang OSIS harus menyelesaikan suatu project bersama Budi-seorang anak IPS (nama disamarkan).  Ia mengambilkan sebuah surat izin keluar pelajaran untuk Budi yang sedang belajar
(bersama ibu Budi-halah)di kelas Geografi. Ani yang malang rupanya lupa mengenakan pashminanya dan meninggalkannya di kelas Fisika.
(ketok-ketok ruang Geografi)
Ani : Assalamualaikum, Pak ***. Saya mau minta izin untuk Budi yang…
Guru G : Pashmina kamu mana, Nak?  (muka voldemort)
Ani : (Oh, My Goat! Oh, My Goth! Oh, My..darling Clementine..) Oh, iya Pak. Saya lupa. Hehehehe.
Guru G : Nak! Saya tanya, di mana pashmina kamu? Saya tidak tanya kamu lupa atau ingat (atau parkinson).
Ani : (Oh, Pashmina saya warnanya merah tu, Pak. Kakek saya autis tu, Pak.–makin gak nyambung) Oh, Iyaa, Pak. Tadi ketinggalan di ruang
   Fisika. Maav ya, Pak. Jadi gini, Pak. Saya perlu Budi untuk…
Guru G : Sekarang kamu keluar, ambil pashmina kamu, baru masuk sini lagi.
Ani : (Da da di da di doom)

Scene 3–Jangan remehkan surat walaupun sekarang bisa pake e-mail.
Guru G : Selamat pagi. Baik, Bapak akan absen. Alehandro! Barbara! Cheng Li! Dolores! Esperanza! Isobel! Kurydewsky! Laksmi!
Laksmi : Hadir, Pak!
Guru G : Kamu kemaren ke mana?
Laksmi : Gak masuk, Pak.
Guru G : Saya tahu. Kamu kenapa gak masuk?
Laksmi : Saya sakit, Pak.
Guru G : Sakit apa?
Laksmi : (Sakit jiwa, Pak. Udah parah lagi!) Sakit flu, Pak. Ohok. Ohok. Huohock ohocks. HUohokS. Hueks.(pake efek batuk biar meyakinkan)
Guru G : (tak terkecoh–padahal udah pengen nimpuk tu anak pake Combantrin.) Suratnya mana?
Laksmi : Ehm..Ohok. Saya sudah berikan pada wali kelas saya, Mrs. Cookies.
Guru G : Tapi wali kelas mu gak ngasih keterangan apa-apa ke saya tuh.
Laksmi : Ya, tapi neneknya tante saya juga udah telepon…Ohok-Ohok
Guru G : Ya, tapi sekarang gak ada suratnya kaaan? (sumpah, ngomongnya pake nada!) Berarti..ALPHA! (tok-tok-tok. Keputusan tidak dapat
   diganggu gugat.)
Laksmi : Pak, tapi..
Guru G : Mario! Oscar! Rosie Liu! Juminah!
Laksmi : Pak..Ohok. Ohok. Ohuuuooks. Huoeks. Saya..Ngik. Saya. Ngiik.. (langsung bengek asma)

Yah, bisa bayangkan betapa sulit untuk memahaminya. Unluckily, gue harus bertemu dia 4 hari dalam 5 hari sekolah. Gak kayak di sekolah lain yang killer guru
eksak. Kalo di sini..Hmm.
Guru ekonomi yang juga merupakan adik kandungnya memiliki sifat yang tak berbeda jauh hanya lebih mending. Dia punya suatu kebiasaan unik yang agak
mengganggu konsentrasi gue (doang) di kelas. Dia menggantungkan bermacam hal di leher dan tangannya. Contohnya tempat pensil menerawang yah semacam rajutan
gede-gede Made in Baduy diselempangin, kartu tanda guru dengan logo Slank (Fansnya), dan peluit. Peluit emang fungsinya untuk menyiksa anak-anak
yang dapet hukuman lari. Biar suasananya dapet dan greget kali yaa. Tapi justru tu peluit bikin gue pengen ketawa mulu. Gue jadi inget lagunya Beyonce
yang Up Grade. Hoho. Kan ada suara-suara peluitnya tu..
Tapi dia tipe pria romantis gak kayak *****. Jadi waktu itu beberapa anak baru tau dia suaminya guru akuntan, “Pak, bu Akun tu istri bapak ya?”
Pak Ekonomi itu menggeleng lemah, dalam hati gue cuma teriak, ‘Laki-laki semua samaaaa! Aligatoooor. (Kalo buaya jadi kampungan)’ -tenang nak.
Tapi buru-buru ia jawab, “Bukan, Nak. Dia bukan istri saya, dia…Permaisuri hati saya.”
Beruntunglah wanita yang bisa dicintai sedemikian rupa oleh laki-laki zaman sekarang. Apa cuma gombal doaang? hhehe.

Berikutnya adalah guru sejarah yang tak punya hubungan kekerabatan dengan 3 serangkai. Beliau adalah guru yang luar biasa unik, hi-tech, mistis dan garing.
Beliau bisa mengetahui siapa-siapa yang nyontek pas ulangannya tanpa mengawasi. Wow.  Selain itu, beliau gemar sekali memberi tugas dan selalu meminta
tugasnya dikumpulkan dalam bentuk softcopy. Yang namanya kertas apalagi buku, beliau tak kenal lagi. Yah, masih untunglah. Daripada beliau minta tugasnya
ditulis di batu dalam huruf pallawa dan bahasa sanskerta.Contoh tugasnya tuh bikin homepage, peta persebaran artefak dengan jumlah kb yang ditentukan dan lain-lain.
Maka tak heran bila banyak anak IPS yang her sejarah, hal itu dikarenakan jawaban dari soal-soal ulangannya tidak ada di dalam buku  melainkan harus
di cari di google. Di bawah ini adalah review tentang her lisan yang diadakannya pada suatu selasa yang membuat Adi (nama sebenarnya) sangat terpukul,
shock, trauma dan neurotic hingga sekarang.

Guru S : Saya punya sejumlah kertas. Masing-masing kertas kodenya berbeda dan terdiri dari 7 soal. Bagi orang pertama yang berani mencoba
  pertama kali dan berhasil menjawab benar ke tujuh soal tersebut, maka Saudara akan saya berikan nilai 100. Dan untuk orang-orang berikutnya,
 satu nomor hanya dinilai satu. Jadi nilai maksimalnya bukan 100 melainkan 70 saja. Nilai yang saya ambil adalah nilai perbaikan lisan ini. Jadi
 apabila Saudara sebelumnya mendapat nilai 60 dan pada perbaikan kali ini mendapat 30, yang saya masukan adalah 30.Ada yang berani
 mencoba?
(Suasana kelas hiruk-pikuk, gegap-gempita, riuh-rendah, chaos deh pokoknya)
Provokator : Di! Lu aja maju! Ayo, Di!
Adi : (kaget) Lah, kok gue sih?
Satu kelas : Iya, Di! Ayo, Di!
(Anak-anak sekelas penasaran banget soalnya kayak apa, maka Adi lah yang jadi batu sandungan buat tahu soalnya kayak apa.)
Gue : Oh, C’mon, Di! Ayo dong!
Adi : (ragu)
(FYI, Adi adalah bussines man tingkat pelajar. Dia gemar sekali menjual tugas-tugas–yang biasanya harus browsing di internet, bawain anak IPA kodok
untuk praktikum yang dijual seharga tertentu padahal dia gak beli a.k.a nangkep sendiri–bolang sekali bukaan? Selain itu mencatat soal dan jawaban bocoran
ulangan sana-sini dan membagi-bagikannya dengan murah hati. Gak cuma bussines man, dia juga punya jabatan kacung kelas–kasaaar! Kalo ada spidol guru
yang abis, dia yang ngisiin atau nukerin ke TU. Kalo ada anak-anak yang cabut, dia yang bawain tas-tasnya. Suka nyapu, ngepel, nyuci kamar mandi sekolah,
membantu proses melahirkan kucing sekolah dan nyabutin rumput di lapangan sekolah–5 kegiatan terakhir adalah fitnah.)
Adi : Eh, sialan! Jadi lu semua jadiin gue tumbal?
Satu kelas : Ya iyalaaah..
Adi : Kalo gue dapet jelek gimana?
Satu kelas : Derita luuu..
Adi : (nyesek banget di mt-in satu kelas)
Gue : Udah, Di. Maju aja. Coba. Kan gue duduknya deket mejanya tuh, ntar gue bantuin.
Adi : (benih-benih ke PD annya mulai tumbuh dan ia pun berjalan menuju kursi listrik itu..)
 Someone : Iya, Di. Sama. Gue bantuin juga lu! Pake doa!
Adi : (udah terlanjur duduk di kursi listrik. Mukanya ngenes.)
Guru S : (Muka-muka pengen nggali candi)
Beberapa menit kemudian..Benih-benih ke PD an Adi udah layu sebelum berkembang..Kayaknya sih soalnya susah
Gue : Di, dapet brapa?
Adi : 20, Mo. Gara-garanya gue lupa letak palembang di mana. Palembang tu di Jawa Timur kan, Mo?
Gue : (Ngedance sambil karaokean di atas 20 nya Adi) Di, Palembang tu Sumatra Selatan.
Adi : Bukan, Mo! Palembang tuh Kalimantan Timur! Iya! Kalimantan Timur!
Gue : (geleng-geleng)No wonder lagh, 20.

Adi emang parah banget dalam hal peta-petaan. Dulu gue inget banget waktu kelas satu setelah ulangan semesteran Sejarah, berikut dialognya:
Adi : Mo! Gila soalnya susah banget! Ada peta butanya! Untung gue tahu satu pulau!
Gue : Pulau apa, Di?
Adi : Pulau yang bentuknya kayak huruf K. Kalimantan.
Gue : (langsung minggat takut ketularan keterbelakangan mental)

Sebenernya kalo yang ini yang gak bener emang muridnya bukan gurunya.

Scene 1–Sejarah menggugah iman-mu.
Guru S : Kalo orang mau masuk islam, harus mengucapkan kalimat syahadat. Nah kalo orang mau masuk Buddha kayak gitu juga, tapi kata-katanya
   beda, bilang aja, ‘Saya berlindung pada Sanggha, saya berlindung pada…”
  Nah berarti barusan saya masuk Buddha.
Gue : (La..la..la..la..Saya Zorroaster tuh, Pak. Sebelumnya saya atheis. Eh, tapi saya ikut Lia Eden juga lho, Pak.)

Scene 2–Jangan memberitahu, just do it sebelum orang-orang menyadarinya.
Guru S : Saudara! Perlu Anda ketahui, sesungguhnya bagi saya sangat mudah untuk menyesatkan Anda. Satu jam pelajaran cukup untuk
  mencuci otak Anda!
Gue : U..uu…uu…uu Brain Wash. Brain Wash. (ost. Shark Tale–XTina, Car Wash bukan Brain Wash)

Yah begitulah kejanggalan-kejanggalan di IPS. Sebenernya masih banyak lagi, tapi gue takut dituntut karena pencemaran nama baik, perbuatan tak
menyenangkan atau apalah itu. Cerita diatas adalah fakta belaka, kalo ada kesamaan sifat, nama atau karakter merupakan unsur yang memang disengaja.
(Sebenernya gue takut dituntut apa justru menawarkan diri untuk dituntut?)