blameaphrodite’s

DON’T LOVE ME, I HAD LOST MY PHEROMONE

Mission Completed (Or Failed For Mr.H) September 22, 2008

Filed under: Mission Possible — blameaphrodite @ 12:42 pm

Hell-O World!

Sekali lagi ini blog gue. Hell, yeah, gue bebas nulis apapun di sini bahkan cercaan sekalipun. Bagi objek-objek yang kurang beruntung, saran gue lo semua positive thinking aja. Ambil hikmahnya. Well, hikmahnya apa ya? Hikmahnya…bisa jadi objek di blog gue.

So, who’s the lucky one? Let’s call him, Mr. H. Hfff, gue masih cukup baik hanya memberikan inisial di sini. Biasanya sampe nama buyutnya gue sebutin di sini (lebaay).

Begini ceritanya, tanggal 20 September kemaren, gue menghadiri sebuah double party. Ternyata momen yang hanya terjadi sekali seumur hidup bagi si empunya party disalahgunakan Mr. H untuk melancarkan misinya yaitu ‘Shoot Ms. Perfecto’.

Wtf? Hey, boy! Why don’t you mirror yourself? It’s incredible impossible to get her. Ms. Perfecto.

Okay, supaya tidak terjadi kesimpangsiuran, gue jelaskan kronologinya (sorry, tanpa timeline). Mr. H mengincar Ms. Perfecto sejak sekitar, yeah, sebulan lebih terakhir inilah kira-kira. Sementara Ms. Perfecto yang belum pernah menyandang status ‘in a relationship’ dengan siapapun belum sadar akan niatan Mr. H untuk pedekate itu.

Fyi, gue akan berbagi sedikit profil Ms. Perfecto yang notabene adalah sahabat gue. Buat gue dia nyaris perfect. Cantik (bukan relative tapi udah absolute), pinter (terbukti pernah menyandang ranking satu dan gak pernah keluar dari 5 besar), suaranya bagus (gue masuk kelas vocal bareng dia dan gue tau persis karena kita sama-sama alto—sebenernya suara aslinya bisa lebih ngebass daripada cowok dan saingan utama produsen speaker karena volume suaranya sangat bombastis), dan jago main biola (terbukti ketika dia mengiringi Once nyanyi Dealova di SCTV Music Awards).

Bisa dibilang, Ms. Perfecto ini sangat choosy. Selama gue temenan sama dia, belum pernah dia bilang ke gue ngegebet cowok. Nope. She’s not lesbian. Cuma di mata dia, bahkan cowok seganteng apapun ada aja kurangnya. Well, selektif dan perfeksionis memang.

Kemudian, tanpa disangka-sangka, datanglah Mr. H (sekarang alumni) yang sebenarnya existensinya di galaxy ini juga masih diragukan (oopsie—how dare me! Yeah, I’m trouble maker, dude. Remember?). Dengan perkenalan yang agak terburu-buru dan berkesan agak memaksa, dia berniat untuk menembak Ms. Perfecto ini pada acara double party. Hhahahaha. It needs more than just an experience, dude. Even you don’t have one.

Setelah beberapa sms yang dijawab seadanya oleh Ms. Perfecto, Mr. H nekad mendatangi kediaman Ms. Perfecto yang berada tepat di seberang pom bensin (well, I hope at the time, the gas station exploded and burned him alive—ah, I’m fierce) untuk membawakan sekotak Harvest Cake. Tapi kabar-kabarnya, Ms. Perfecto membiarkan si Mr. H ini nunggu selama setengah jam di depan gerbang rumahnya (Oh, God! We have enough time to burn him alive with Your authority to explode the gas station). Oh, he was really tough. Waited for 30 minutes without complained (maybe grumbled like he used to do as a duck mouth—quack quack) If I were him (fortunately, I were not), I would eat the cake.

Ternyata perjuangan si bibir manyun itu gak sampai di situ. Ini adalah klimaks dari semua usahanya (I hope so—he MAY NOT do another freaker things than this one). Jadi dia mengirim Ms. Perfecto sekeping CD. Well, I know, world. We feel bad about this. Isinya adalah..ehem..bagi yang mau ketawa, silakan. Drum roll, please.. yeah! isinya adalah rekaman suara dia. Hahahahahahahahahahahahahahaha. Duh, capek ketawanya. Bukan apa-apa, dia lagi diem aja udah fals apalagi pas nyanyi. (Ooops. Kayaknya gue udah terlalu jahat dan melenceng). Tapi, lanjut, CD itu berisi 7 lagu-lagu hits Indonesia yang (sialnya) dinyanyiin ulang sama dia yang menurut gue improvisasinya agak berlebihan. Kenapa? Soalnya, lirik lagu Dewi-Alexa diganti jadi nama Ms. Perfecto. (Oops, I think my stereo is broken). Tingling.

Pada tanggal 19 September, atau sehari menjelang double party, Mr. H menyapa salah satu teman gue yang kurang beruntung (tapi gue udah nepuk-nepuk punggungnya sambil bilang kalo bukan salahnya lahir di sunia ini trus menghadapi Mr. H yang menyapanya di Msn. Bukan salah pencipta Msn juga yang aksesnya bisa jebol dan pengawasan terhadap aktivitas Mr. H di dunia maya luput). Di sanalah awal dari malapetaka, karena Mr. H, berencana untuk menembak Ms. Perfecto. Well, which things better among shot by his love or shot by terrorist fire-arms? Vote now!

It’s quite in a rush. Gue langsung ngirim sms ke temen-temen gue untuk melakukan misi penyelamatan terhadap Ms. Perfecto di party dengan cara pengawalan ketat. Dan gak pernah ninggalin dia sendiri. Sayangnya, personilnya kurang lengkap. Karena salah satu pengawalnya, Ms. F mengalami kecelakaan pada jari kelingkingnya yang kejepit spion mobil pada saat parkir mundur (jaga diri sendiri aja belum bisa gimana mau jagain Ms. Perfecto?).

Sebenernya kalo mau, gue yakin banyak kok yang mau lindungin Ms. Perfecto. Tapi ntar terlalu extreme jadi biar gue dengan Ms. V aja.

Di lokasi pada hari-H, gue dan Ms. V ngapit Ms. Perfecto kemanapun dia pergi dan keliatannya Ms. Perfecto juga fine-fine aja. Ms. Perfecto duduk di antara Ms. V dan gue. Formasi jalan adalah, gue paling depan, Ms. Perfecto, lalu di belakang adalah Ms. V atau gue di kanan Ms. Perfecto, dan Ms. V di bagian kiri Ms. Perfecto. Bener-bener pengawalan yang ketat. Akhirnya, Mr. H frustasi. Apalagi setelah gue dan Ms. V memberikan senyuman ‘mampus lo!’ ke arah Mr. H. Sambil makan pudding Mr. H berencana untuk ngebunuh gue sama Ms. V pake garpu dessert. Well, Mr. H. I’m sorry. You just faced the bitches.

I saved the day. See you in the next mission.